Tampilkan postingan dengan label Akidah akhlak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akidah akhlak. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 November 2022

Pengertian dendam

 Pengertian Dendam, Contoh, Dampak dan Cara Menghindarinya

15 November 2022

Pengertian Dendam

Bentuk-bentuk (Ciri-ciri) Perilaku Dendam

Dampak Negatif Dendam

Upaya Menghindari Perilaku Dendam


Pengertian Dendam

Dendam adalah kemauan yang keras dari seseorang atau kelompok untuk membalas kejahatan dari seseorang atau kelompok lain. Allah Swt. sangat membenci orang yang pendendam, karena sifat pendendam sangat membahayakan dan merugikan orang lain.


Sifat dendam akan membuahkan sikap buruk bagi pelakunya seperti hasad, merasa senang jika orang lain susah dan memutuskan tali persaudaraan. Sekali itu di akhirat kelak tidak akan mendapat ampunan dari Allah, sebagaimana disabdakan Rasulullah Saw. :


Artinya : “Dari Ibnu Abbas ra, katanya : Rasulullah Saw. bersabda : “Ada tiga hal, barang siapa yang tidak ada padanya satupun dari ketiganya. Sungguh Allah akan mengampuni segala kesalahannya (kecuali yang tiga hal tersebut) bagi orang yang dikehendaki-Nya, yaitu (1) Seorang yang mati tanpa menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, (2) Orang yang bukan tukang sihir, (3) Orang yang tidak bersikap dendam pada saudaranya.” (HR. Thabrani)


Kebalikan sikap dendam adalah al-‘Afwu, yaitu sikap berlapang dada dalam memberikan maaf kepada orang yang melakukan kesalahan, tanpa disertai rasa benci di hati, apalagi merencanakan pembalasan terhadap orang yang melakukan kesalahan, meskipun ia sanggup melakukan pembalasan itu.



Di dalam Al-Qur’an Allah Swt. menyerukan supaya kita lebih suka memaafkan orang yang menyakiti kita, dan membiarkanya, karena Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.


Artinya : “… Maka maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik ” (QS. Al-Maidah [5]:3)


Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa Islam lebih menganjurkan penyelesaian masalah dengan jalan damai dan saling memaafkan. Masalah itu harus diselesaikan secara terbuka sehingga tidak menimbulkan rasa dendam, yang mana perasaan dendam itu hanya merugikan diri sendri serta membahayakan bagi diri maupun orang lain.


Baca Juga: Beberapa keutamaan Abdurrahman bin Auf

Nabi Muhammad Saw. sabagai suri teladan kita telah memberikan beberapa contoh, betapa beliau sangat pemaaf dan bukan pendendam. Ketika beliau akan dibunuh oleh Suraqah, dan kemudian beliau punya kesempatan untuk membalasnya. Beliau tidak melakukannya, tapi Beliau malah memaafkanya. Dan masih banyak contoh yang lainnya.


Bentuk-bentuk (Ciri-ciri) Perilaku Dendam

Seseorang yang mempunyai sikap pendendam, dalam dirinya memiliki sifat sebagai berikut:


Memiliki emosi yang tinggi dan mudah tersinggung;

Susah diajak berbicara dengan baik;

Suka mengancam terhadap orang yang menyebabkan kecewa;

Tidak mudah memberikan maaf kepada orang yang dianggap salah;

Tidak mau menerima nasehat orang

Dampak Negatif Dendam

Dapat menimbulkan retaknya hubungan

Timbulnya rasa saling curiga diantara kedua belah

Menimbulkan pertikaian akibat kejahatan yang tidak dapat selesai dengan balasan

Semakin menambah rumitnya masalah, sehingga dapat menimbulkan masalah yang

Upaya Menghindari Perilaku Dendam

Berusaha untuk selalu memiliki sikap sabar dan berjiwa besar dalam menghadapi

Tidak membalas suatu kejahatan dengan kejahatan yang

Menyadari sepenuhnya bahwa setiap manusia berpeluang untuk berbuat kesalahan maupun

Menyadari bahwa dirinya sendiri suatu saat mungkin akan berbuat jahat sebagaimana yang telah dilakukan orang

Sikap tawadhu

 PERLUNYA " SIKAP TAWADHU' "

PERLUNYA SIKAP TAWADHU'


Pengertian Tawadhu’ adalah rendah hati, tidak sombong.

Pengertian yang lebih dalam adalah kalau kita tidak melihat diri kita memiliki nilai lebih dibandingkan hamba Allah yang lainnya. Orang yang tawadhu’ adalah orang menyadari bahwa semua kenikmatan yang didapatnya bersumber dari Allah SWT. 


Tawadhu ialah bersikap tenang, sederhana dan sungguh-sungguh menjauhi perbuatan takabbur (sombong), ataupun sum’ah ingin diketahui orang lain amal kebaikan kitata.

Tawadhu merupakan salah satu bagian dari akhlak mulia jadi sudah selayaknya kita sebagai umat muslim bersikap tawadhu, 


 Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,


“Sedekah tidaklah mengurangi


harta. Tidaklah Allah menambahkan kepada seorang hamba sifat pemaaf melainkan akan semakin memuliakan dirinya. Dan juga tidaklah seseorang memiliki sifat tawadhu’ (rendah diri) karena Allah melainkan Allah akan meninggikannya” (HR. Muslim)


QS.Surat Hud Ayat 23 : "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh dan merendahkan diri kepada Tuhan mereka, mereka itu adalah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya."



Pengertian kerja keras

 Kerja keras adalah kegiatan kerja yang dilakukan seseorang secara sungguh-sungguh tanpa mengenal kata lelah dan menyerah hingga mencapai target yang sudah ditentukan. Seseorang yang bekerja keras seringkali disebut sebagai workaholic. Mereka akan terus berusaha dan bekerja keras dengan baik dan maksimal.

Kegiatan ini memiliki banyak manfaat untuk mengembangkan diri seseorang lebih baik lagi. Selain itu, seseorang yang bekerja keras memiliki ciri khas positif dan menonjol dibandingkan karyawan lainnya. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut ini.

BACA JUGA:


Ciri-Ciri Kerja Keras

Seseorang dengan kerja keras yang tinggi memiliki karakter yang cukup menonjol berkat segala perjuangan dan ketekunan yang mereka lakukan dalam pekerjaan.

Ada banyak ciri-ciri orang yang bisa dinilai sebagai pekerja keras, mulai dari bisa diandalkan hingga tekun dalam mengerjakan tugasnya, simak selengkapnya:

1. Memiliki Inisiatif Tinggi

Memiliki Inisiatif Tinggi
Sumber Gambar: Pexels

Orang yang bekerja keras akan memiliki inisiatif yang tinggi. Mereka akan mengerjakan hal yang bisa dilakukan terlebih dahulu, Toppers. Jika memiliki kesulitan, mereka akan aktif bertanya kepada rekan atau seniornya. Selain itu, seorang yang bekerja keras akan memiliki inisiatif tinggi untuk mengembangkan diri lebih baik lagi.

2. Pantang Menyerah

Pantang Menyerah
Sumber Gambar: Freepik

Untuk mencapai tujuan hidupmu, tentunya banyak rintangan dan masalah yang menghampiri. Seorang pekerja keras tidak akan menyerah dalam menghadapi masalah dan menuntaskannya hingga selesai. Mereka sudah paham bahwa menyerah bukanlah sebuah solusi melainkan menimbulkan masalah baru.

3. Menghargai Waktu

Menghargai Waktu
Sumber Gambar: Pexels

Ciri-ciri yang mudah terlihat dari orang yang bekerja keras adalah menghargai waktu. Seorang yang bekerja keras akan tepat waktu dan disiplin saat memenuhi janjinya. 

Banyak orang berpikir bahwa keterlambatan dalam waktu yang sebentar bukan sebuah masalah, namun bagi orang yang bekerja keras, keterlambatan akan menyia-nyiakan waktunya. Bagi mereka, waktu adalah emas untuk mengisi berbagai macam hal produktif.

4. Tekun

Tekun
Sumber Gambar: Pexels

Para pekerja keras tentunya akan bertanggung jawab untuk menyelesaikan tugasnya dengan sangat tekun. Setiap perjuangan tidak didapatkan dengan instan, dengan sikap pantang menyerahnya mereka juga akan membuatnya tekun untuk mencapai tujuan dengan berbagai rintangan yang dihadapi.

5. Memiliki Motivasi

Memiliki Motivasi
Sumber Gambar: Pexels

Dengan ketekunan dan pantang menyerah, tentunya para pekerja keras memiliki motivasi sukses untuk diri mereka dan berusaha menjadi yang terbaik. Mereka akan bekerja untuk tujuan yang dimiliki. 

Saat lelah menghampiri, para pekerja keras akan mengumpulkan energi dan motivasi untuk kembali bangkit dan terus berusaha hingga selesai.

6. Bisa Mengatur Prioritas

Bisa Mengatur Prioritas
Sumber Gambar: Freepik

Saat berkomitmen dengan tujuan yang mereka inginkan. Seorang yang pekerja keras akan menentukan prioritas tentang berbagai macam hal yang akan mereka lakukan. Semua aktivitas orang pekerja keras selalu direncanakan dengan matang agar bisa selesai tepat waktu dan efisien.

Untuk mengatur prioritas, kamu harus mengatur jadwal kegiatan sehari-hari dan bertanggung jawab untuk menyelesaikannya tepat waktu

Menjalin kerukunan

 Pengertian Kerukunan, Manfaat, dan Contohnya       

Perbedaan dalam kehidupan sehari-hari merupakan suatu hal umum terjadi. Untuk terciptanya kerukunan, dibutuhkan sikap saling menghargai. 


Kerukunan merupakan sikap yang harus dijaga untuk tidak saling bermusuhan, saling menjaga satu sama lain, tolong menolong, dan toleransi antarsesama. 



Kerukunan bisa diartikan sebagai proses sosial yang dilakukan untuk menciptakan kehidupan bersama atas dasar perbedaan-perbedaan yang ada, baik dari segi agama, politik, budaya, dan lain-lain.


Sehingga konsep hidup rukun sangat diperlukan dalam masyarakat majemuk. Hidup rukun adalah hidup dengan saling berbagi, menghormati, menghargai, dan berdampingan dengan orang lain. 


Hidup rukun menjadikan suasana menjadi damai dan terlindungi dari berbagai masalah kehidupan. 


Baca juga: Manfaat Hidup Rukun bagi Diri Sendiri dan Orang Lain


Manfaat hidup rukun 

Sikap kerukunan memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Beberapa manfaat kerukunan, yakni: 


Menumbuhkan sikap tolong menolong 

Mudah melakukan kerja sama dengan orang lain 

Mencapai apa yang diinginkan 

Jauh dari permasalahan atau konflik

Membangun persaudaraan di antara masyarakat 

Masyarakat semakin sejahtera

Menciptakan kehidupan yang damai

Membuat lingkungan masyarakat menjadi nyaman dan aman

Contoh kerukunan

Sikap kerukunan harus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa contoh sikap kerukunan di rumah, sekolah, dan masyarakat, sebagai berikut: 


Contoh kerukunan di rumah 

Keluarga adalah organisasi terkecil yang kita miliki dan paling dekat dengan kita. Oleh karena itulah, sangat penting untuk menjaga keharmonisan dan kerukunan dengan anggota keluarga di rumah. Ada berbagai macam cara menciptakan kerukunan saat di rumah.


Contoh-contoh kerukunan di rumah, yaitu: 


Saling percaya satu sama lain

Menjaga komunikasi

Jujur satu sama lain

Peduli satu sama lain

Baca juga: 4 Prinsip Kerja Sama dalam Percakapan Menurut H. Paul Grice


Contoh kerukunan di rumah 

Sekolah merupakan salah satu lingkungan penting bagi tumbuh kembang anak-anak, oleh sebab itu mengajarkan hidup rukun pada anak-anak sejak dini juga menjadi hal yang wajib dilakukan oleh orang tua maupun anggota keluarga lainnya. Berikut adalah contoh kerukunan di sekolah:


Menghormati dan mematuhi guru

Menjaga dan membangun hubungan baik dengan teman

Saling membantu

Belajar bersama

Membersihkan lingkungan sekolah bersama

Contoh kerukunan di masyarakat

Untuk menjalin kerukunan di masyarakat ada banyak kegiatan yang dapat dilakukan. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga hubungan satu sama lain agar lebih terhubung dengan erat dan menciptakan hubungan yang harmonis, damai dan juga tentram. 


Contoh kegiatan yang mencerminkan kerukunan di lingkungan masyarakat adalah:


Melakukan kerja bakti

Menjenguk tetangga yang sakit

Menghormati waktu ibadah agama lain

Saling bertegur sapa

Melakukan ibadah bersama

Tidak mencela agama lain

Menghadiri hajatan milik tetangga

Saling berbagi

Mengikuti rapat RT

iman kepada hari akhir

 

5 Fungsi Iman kepada Hari Akhir yang Pasti akan Datang

Kristina - detikNews
Rabu, 11 Agu 2021 06:04 WIB
kiamat
Foto: via Brainberries
Jakarta - 

Salah satu rukun iman yang harus diyakini umat Islam adalah iman kepada hari akhir. Agar lebih yakin terhadap datangnya hari tersebut, ada baiknya untuk memahami fungsi iman kepada hari akhir.

Iman kepada hari akhir atau hari kiamat artinya meyakini dan mempercayai bahwa hari itu pasti akan datang. Dalam buku Rukun Iman oleh Hudarrohman disebutkan, pada hari itu alam semesta beserta seluruh isinya akan hancur. Manusia akan dibangkitkan dari kuburnya dan dikumpulkan untuk dimintai pertanggungjawaban.

Waktu datangnya hari akhir hanya Allah SWT yang tahu. Namun, janji Allah SWT itu nyata. Sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-A'raf ayat 197 sebagai berikut:

يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ السَّاعَةِ اَيَّانَ مُرْسٰىهَاۗ قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّيْۚ لَا يُجَلِّيْهَا لِوَقْتِهَآ اِلَّا هُوَۘ ثَقُلَتْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ لَا تَأْتِيْكُمْ اِلَّا بَغْتَةً ۗيَسْـَٔلُوْنَكَ كَاَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَاۗ قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللّٰهِ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ

Artinya: "Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang Kiamat, "Kapan terjadi?" Katakanlah, "Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu ada pada Tuhanku; tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. (Kiamat) itu sangat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi, tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba." Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya pengetahuan tentang (hari Kiamat) ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (QS. Al-A'raf: 197).

Dikutip dari buku Aqidah Akhlak oleh Taofik Yusmansyah, berikut hikmah dan fungsi iman kepada hari akhir:

1. Dapat Meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan

Kepercayaan terhadap adanya hari akhir akan membuat hidup menjadi teratur. Manusia akan berusaha untuk selalu berperilaku baik dan menjauhi perbuatan dosa. Mereka sadar dan yakin bahwa segala yang diperbuat di dunia, akan mendapatkan balasan kelak di akhirat dan harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

2. Akan mendorong untuk senantiasa berbuat baik dan menghindari perbuatan dosa dan sia-sia

Sebagai buah dari keimanan dan ketakwaan, orang yang meyakini hari akhir akan berusaha selalu berbuat baik dan menghindari perbuatan dosa. Perbuatan dosa akan mengantarkan kepada kesengsaraan, sedangkan kebaikan akan mengantarkan kepada kebahagiaan.