Tampilkan postingan dengan label ipa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ipa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 November 2022

Sistem reproduksi pada tumbuhan dan hewan

 Materi IPA Kelas 9 SMP K13 Sistem Reproduksi Tumbuhan dan Hewan.       

berikut ini adalah ulasan mengenai materi IPA Kelas 9 SMP K13 Sistem Reproduksi Tumbuhan dan Hewan.


Materi Pokok

Materi pokok Sistem Reproduksi Tumbuhan dan Hewan terbagi ke dalam beberapa submateri berikut.


1. Reproduksi pada Tumbuhan

Reproduksi Tumbuhan Angiospermae

Reproduksi Tumbuhan Gymnospermae

Reproduksi Tumbuhan Paku

Reproduksi Tumbuhan Lumut

Teknologi Reproduksi pada Tumbuhan

2. Reproduksi Pada Hewan

Reproduksi Aseksual Pada Hewan

Reproduksi Seksual Pada Hewan

Siklus Hidup Hewan

Teknologi Reproduksi pada Hewan

3. Kelangsungan Hidup Hewan dan Tumbuhan

Adaptasi

Seleksi Alam

Kompetensi Dasar 

Berikut ini adalah kompetensi dasar materi Sistem Reproduksi Tumbuhan dan 



3.2. Menganalisis sistem perkembangbiakan pada tumbuhan dan hewan serta penerapan teknologi pada sistem reproduksi tumbuhan dan hewan.


4.2. Menyajikan karya hasil perkembangbiakan pada tumbuhan.


Uraian Materi

Setiap makhluk hidup akan melakukan perkembangbiakan untuk memperbanyak dan juga melestarikan keturunannya.


Perkembangbiakan dibedakan menjadi dua, yaitu perkembangbiakan generatif dan perkembangbiakan vegetatif.



Perkembangbiakan generatif adalah perkembangbiakan yang dilakukan melalui proses pembuahan (fertilisasi), yaitu peleburan sel kelamin jantan dengan sel kelamin betina. Hasil pembuahan tersebut akan menghasilkan keturunan baru yang sama dengan induknya.


Perkembangbiakan vegetatif merupakan perkembangbiakan yang tidak disertai dengan proses pembuahan dan menghasilkan individu baru.


Reproduksi pada Tumbuhan

Perkembangbiakan generatif tumbuhan adalah perkembangbiakan secara seksual (kawin) yang dilakukan oleh tumbuhan berbiji.



Proses perkembangbiakan generatif tumbuhan diawali dari penyerbukan, kemudian pembuahan atau fertilisasi.


Perkembangbiakan tumbuhan biji melibatkan alat kelamin jantan dan alat kelamin betina dalam bentuk penyerbukan.


Penyerbukan merupakan peristiwa jatuhnya serbuka sari pada kepala putik dan pembuahan merupakan proses peleburan gamet betina dan gamet jantan. Proses reproduksi tumbuhan berbiji ditandai dengan munculnya bunga.


Perkembangbiakan vegetatif buatan tumbuhan adalah perkembangbiakan secara tidak kawin (aseksual) pada tumbuhan yang dilakukan melalui campur tangan manusia.


Tujuan perkembangbiakan vegetatif buatan ini adalah untuk mendapatkan tumbuhan yang memiliki mutu tinggi, antara lain dari buahnya yang banyak, akarnya yang kuat, dan ketahanan terhadap penyakit.


Reproduksi pada Hewan

Hewan tingkat tinggi melakukan perkembangbiakan secara generatif, sedangkan hewan tingkat rendah melakukan perkembangbiakan dengan cara vegetatif.


Perkembangbiakan generatif pada hewan dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu Ovipar (bertelur), Vivipar (melahirkan), dan Ovovivipar (bertelur dan melahirkan). Masing-masing perkembangbiakan tersebut memiliki ciri yang membedakan satu dengan lainnya.


Perkembangbiakan vegetatif pada hewan merupakan perkembangbiakan untuk menghasilkan individu baru yang tidak disertai dengan proses pembuahan (peleburan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina). Perkembangbiakan vegetatif banyak dilakukan oleh hewan tingkat rendah.


Perkembangbiakan vegetatif pada hewan dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu pertunasan, fragmentasi, dan membelah diri.


Berikut ini adalah uraian lengkap materi IPA Kelas 9 SMP K13 Sistem Reproduksi Tumbuhan dan Hewan.


1. Reproduksi pada Tumbuhan

Reproduksi Tumbuhan Angiospermae (lihat di sini)

Reproduksi Tumbuhan Gymnospermae, Tumbuhan Paku, Tumbuhan Lumut, Teknologi Reproduksi pada Tumbuhan (lihat di sini)

2. Reproduksi Pada Hewan

Reproduksi Aseksual Pada Hewan (lihat di sini)

Reproduksi Seksual Pada Hewan (lihat di sini)

Siklus Hidup Hewan (lihat di sini)

Teknologi Reproduksi pada Hewan (lihat di sini)

3. Kelangsungan Hidup Hewan dan Tumbuhan


Sistem reproduksi pada manusia

 Sistem reproduksi manusia

sistem organ manusia yang digunakan untuk berkembang biak

Sistem reproduksi manusia biasanya melibatkan fertilisasi internal dengan hubungan seksual. Dalam proses ini, laki-laki memasukkan penis ke dalam vagina dan berejakulasi semen yang mengandung sperma. Sebagian kecil dari sperma melewati leher rahim ke dalam rahim, kemudian ke saluran telur untuk pembuahan ovum. Hanya satu sperma yang dibutuhkan untuk membuahi ovum. Setelah berhasil pembuahan, ovum dibuahi atau zigot, berjalan keluar dari tuba falopi ke rahim, di mana ia berimplan di dinding rahim. Ini merupakan tanda-tanda awal kehamilan, yang berlangsung selama sekitar sembilan bulan bagi janin untuk berkembang. Ketika janin telah berkembang ke titik tertentu, kehamilan diakhiri dengan proses persalinan, yang melibatkan tenaga kerja. Selama persalinan, otot-otot rahim berkontraksi dan melebarkan leher rahim selama berjam-jam, dan bayi melewati keluar dari vagina. Bayi manusia yang hampir tak berdaya membutuhkan pengasuhan. Bayi akan bergantung pada pengasuh mereka untuk kenyamanan, kebersihan, dan makanan. Makanan dapat diberikan melalui ASI atau susu formula.[1]



Fertilisasi pada manusia. Sperma dan ovum bersatu melalui proses fertilisasi.

Sistem reproduksi wanita memiliki dua fungsi: untuk memproduksi sel telur, dan untuk melindungi dan memelihara janin hingga lahir. Sistem reproduksi laki-laki memiliki satu fungsi: untuk produksi dan penyimpanan sperma. Manusia memiliki tingkat diferensiasi seksual yang tertinggi. Selain perbedaan di hampir setiap organ reproduksi, ada banyak perbedaan ciri-ciri seks sekunder yang khas.


Struktur

Sunting

Laki-laki

Sunting


Sistem reproduksi laki-laki

Sistem reproduksi laki-laki adalah serangkaian organ yang terletak di luar tubuh dan di sekitar panggul seorang laki-laki yang berkontribusi terhadap proses reproduksi. Fungsi utama langsung dari sistem reproduksi laki-laki adalah untuk menghasilkan sperma untuk fertilisasi ovum.


Organ reproduksi laki-laki yang utama dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori. Kategori pertama memproduksi dan menyimpan sperma (spermatozoa). Hal ini diproduksi di testis, yang disimpan di skrotum yang dapat mengatur suhu; sperma yang belum matang kemudian berjalan ke epididimis untuk pengembangan dan penyimpanan. Kategori kedua adalah cairan ejakulasi yang memproduksi kelenjar, yang meliputi kelenjar Cowper, vesikula seminalis, prostat, dan vas deferens. Kategori terakhir adalah bagian yang digunakan untuk kopulasi dan deposisi sperma dalam wanita. Bagian yang termasuk di dalamnya adalah penis, uretra, vas deferens.


Karakteristik seksual sekunder utama mencakup: tubuh lebih besar dan berotot, suara menjadi keras, tumbuh rambut di wajah dan tubuh, bahu menjadi lebar, dan tumbuhnya jakun. Hormon seksual laki-laki yang terpenting adalah androgen, terutama testosteron.


Testis memproduksi hormon yang mengontrol perkembangan sperma. Hormon ini juga berfungsi dalam pengembangan karakteristik fisik pada laki-laki seperti rambut wajah dan suara yang lebih dalam.


Perempuan

Sunting

Artikel utama untuk kategori ini adalah Sistem reproduksi wanita.


Sistem reproduksi wanita

Sistem reproduksi wanita adalah serangkaian organ yang terletak di dalam tubuh dan di sekitar panggul perempuan, yang bertugas terhadap proses reproduksi. Sistem reproduksi wanita terdiri dari tiga bagian utama: vulva, yang mengarah ke vagina, lubang vagina, rahim; rahim, yang menahan janin yang sedang berkembang; dan ovarium. Payudara terlibat dalam tahap reproduksi pengasuhan, tetapi dalam sebagian besar klasifikasi payudara tidak dianggap sebagai bagian dari sistem reproduksi wanita.


Vagina terletak di luar vulva, meliputi labia, klitoris dan uretra. Selama hubungan seksual daerah ini dilumasi oleh lendir yang disekresikan oleh kelenjar Bartholin. Vagina melekat ke dalam rahim melalui leher rahim, sedangkan rahim melekat pada ovarium melalui tuba falopi. Masing-masing ovarium mengandung ratusan sel telur atau ovum.


Kira-kira setiap 28 hari, kelenjar pituitari melepaskan hormon yang merangsang beberapa sel telur untuk berkembang dan tumbuh. Satu ovum dilepaskan dan melewati tuba falopi ke rahim. Hormon yang dihasilkan oleh ovarium membuat uterus dapat menerima ovum. Lapisan rahim, yang disebut endometrium, dan ovum tidak dibuahi adalah gudang setiap siklus melalui proses menstruasi. Jika ovum dibuahi oleh sperma, ia akan menempel pada endometrium dan membuat janin berkembang.

Minggu, 06 November 2022

Medan listrik

 Medan Listrik: Pengertian, Komponen, dan Rumus

Afifah Rahmah - detikEdu
Selasa, 19 Apr 2022 18:00 WIB
0 komentar
BAGIKAN  




URL telah disalin

Medan listrik adalah daerah sekitar partikel bermuatan listrik yang masih dipengaruhi gaya listrik (Foto: Getty Images/iStockphoto/Thurtell)

Jakarta - Area di sekitar muatan listrik yang masih terpengaruh gaya listrik disebut dengan medan listrik. Efek yang timbul pada medan listrik disebabkan adanya muatan seperti elektron, ion, atau proton di area sekitarnya.
Medan listrik disebut juga dengan potensial listrik atau potensi timbulnya suatu gaya. Hasil dari medan listrik yaitu menimbulkan suatu gaya yang kita kenal dengan sebutan gaya Coulomb. Lebih lengkapnya, yuk simak penjelasan pengertian medan listrik beserta rumus dan contoh soal yang perlu kamu pahami!

Pengertian Medan Listrik
Mengacu pada Modul Fisika Kelas XII yang disusun oleh Issi Anissa (2020), medan listrik adalah daerah sekitar partikel bermuatan listrik yang masih dipengaruhi gaya listrik (gaya Coulomb).


Baca juga:
Listrik Dinamis: Pengertian, Jenis, dan Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
Setiap muatan positif (proton) maupun negatif (elektron) yang masih terpengaruh gaya listrik disebut medan listrik. Sementara benda bermuatan yang menghasilkan medan listrik disebut muatan sumber.

Satuan medan listrik yaitu N/C (Newton/Coulomb). Untuk menggambarkan medan listrik perlu menggunakan garis-garis gaya listrik yang disebut gaya khayal dimana berawal dari benda bermuatan positif dan selesai di benda bermuatan negatif.

Medan listrik memiliki nilai dan arah tergantung pada jenis muatan listrik. Berikut panduan arah medan listrik:

Apabila muatan listrik positif, maka arah medan listrik ke luar muatan
Apabila muatan listrik negatif, maka arah medan listrik ke dalam muatan
Kamu dapat mengamati medan listrik dengan mendekatkan penggaris plastik ke potongan kertas kecil. Beberapa potongan kertas terlihat menempel di penggaris. Hal ini menunjukkan adanya wilayah sekitar plastik yang masih terpengaruh gaya listrik.

Baca juga:
Hambatan Listrik: Satuan, Rumus, dan Cara Menentukan Nilai Resistor
Baca juga:
Bunyi Hukum Kirchhoff 1 dan 2 hingga Rumusnya
Komponen Medan Listrik
Dari pengertian tersebut, medan listrik tersusun dari beberapa komponen, diantaranya sebagai berikut:

Gaya listrik yaitu interaksi tarik-menarik dan tolak-menolak pada muatan
Arah medan listrik yaitu poros yang melalui partikel bermuatan listrik dan titik dalam ruang yang berinteraksi pada muatan
Intensitas atau magnitude yaitu ukuran vektor yang mewakilkan suatu bidang
Garis medan listrik (garis khayal) yaitu garis yang terbentuk dan mengarah pada titik yang serupa dengan arah medan.
Medan Listrik Foto: detikEdu
Di gambar (a) dapat kita lihat gaya listrik yang bekerja pada muatan yang terletak di dalam ruangan muatan sumber A. Sementara pada gambar (b) terdapat garis khayal medan listrik dimana arah gaya listrik dengan muatan positif ke luar dan muatan negatif ke dalam.

Rumus Medan Listrik
Untuk menentukan nilai dari suatu medan listrik, kita dapat menggunakan rumus medan listrik sebagai berikut:



Baca artikel detikedu, "Medan Listrik: Pengertian, Komponen, dan Rumus" selengkapnya https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6040432/medan-listrik-pengertian-komponen-dan-rumus.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Kelainan pewarisan sifat

 

Makhluk hidup mewariskan sifat-sifat fisiknya kepada keturunannya. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan karakteristik induk pada spesies tertentu. Namun dalam prosesnya, pewarisan sifat induk terhadap anaknya tidak selalu berhasil dan kemungkinan pewarisan sifat itu gagal. Kira-kira apa saja kelainan yang terjadi di dalam pewarisan sifat tersebut?

Pada materi sebelumnya, telah dibahas bahwa kelainan sifat pada makhluk hidup atau gangguan genetik disebabkan oleh adanya kelainan pada genom individu. Kelainan ini merupakan akibat dari mutasi pada DNA yang terjadi secara acak atau karena masalah lingkungan.

Hingga saat ini, kelainan genetik tidak ada obatnya. Mereka hanya dapat dicegah dengan konseling genetik yang tepat dan dilakukan dengan bantuan bagan silisilah. Ada beberapa kelainan yang terjadi di dalam pewarisan sifat ini, diantarany:

  1. Albino

Pernahkah kalian melihat seseorang dengan kulit tubuh yang sangat putih termasuk rambutnya? Orang yang demikian itu menderita kelainan pewarisan sifat yang disebut albino. Albino itu sendiri adalah suatu kelainan karena tidak adanya pigmen melanin dalam tubuhnya.

(Baca juga: Molekul-Molekul Dasar pada Pewarisan Sifat)

Gen yang diterima penderita albino dari orang tuanya adalah gen resesif. Orang yang memiliki penyakit ini memiliki genotype homozigot dominan (AA) sedangkan yang menjadi pembawa gen memiliki genotype heterozigot (Aa), sehingga dihasilkan gen resesif yang menyebabkan seseorang memiliki kelainan albino.

  1. Buta Warna

Buta warna adalah kelainan dimana seseorang tidak bisa membedakan warna. Penyakit buta warna itu sendiri diakibatkan oleh gen yang terletak pada kromosom X. Seorang perempuan akan mengalami buta warna jika dia memiliki kromosom X yang mengandung gen buta warna (Xcb Xcb), maka perempuan itu tidak menderita buta warna namun dia menjadi pembawa gen buta warna. Sedangkan pada seorang laki-laki, jika kromosom X mengandung gen buta warna (Xcb Y) maka seorang lelaki tersebut akan menderita penyakit buta warna.

  1. Hemofilia

Tahukah kalian apa itu penyakit hemofilia? Penyakit hemofilia adalah penyakit dimana seseorang memiliki kelainan darahnya sukar untuk membeku. Saat penderita hemofilia mengalami luka sehingga terjadi pendarahan maka darah yang dikeluarkan akan terus mengalir, sehingga biasanya penderita penyakit ini akan kekurangan darah dan akibatnya kematian.

Gen yang menyebabkan seseorang terkena hemofilia terletak pada kromosok X dengan gen (Xh). Jika seorang wanita memiliki salah satu kromosom dengan gen (Xh X) maka dia tidak menderita penyakit hemofilia dalam pewarisan sifat. Namun, ketika seorang wanita memiliki gen (XXh) maka dia akan meninggal setelah saat dilahirkan oleh ibunya. Untuk seorang anak laki-laki, maka ia akan menjadi penderita penyakit hemofilia ketika kromosomnya memiliki gen (Xh Y).

 

Medan magnet

 

Medan magnet

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Arus mengalir melalui sepotong kawat membentuk suatu medan magnet (M) di sekeliling kawat. Medan tersebut terorientasi menurut aturan tangan kanan.
Hans Christian ØrstedDer Geist in der Natur, 1854

Medan magnet dalam ilmu fisika, adalah suatu medan yang dibentuk dengan menggerakkan muatan listrik (arus listrik) yang menyebabkan munculnya gaya di muatan listrik yang bergerak lainnya. (Putaran mekanika kuantum dari satu partikel membentuk medan magnet dan putaran itu dipengaruhi oleh dirinya sendiri seperti arus listrik; inilah yang menyebabkan medan magnet dari ferromagnet "permanen"). Sebuah medan magnet adalah medan vektor: yaitu berhubungan dengan setiap titik dalam ruang vektor yang dapat berubah menurut waktu. Arah dari medan ini adalah seimbang dengan arah jarum kompas yang diletakkan di dalam medan tersebut.

Medan magnet merupakan medan gaya yang berada di sekitar benda magnetik atau di sekitar benda konduktor berarus. Medan magnet dapat digambarkan dengan garis-garis gaya magnet yang selalu keluar dari kutub utara magnet dan masuk ke kutub selatan magnet. Sementara di dalam magnet, garis-garis gaya magnet memiliki arah dari kutub selatan magnet ke kutub utara magnet. Garis-garis tersebut tidak pernah saling berpotongan. Kerapatan garis-garis gaya magnet menunjukkan kekuatan medan magnet. Jika dua buah magnet dengan kutub yang berbeda didekatkan maka akan memiliki medan magnet yang besar. Sementara itu, jika dua buah magnet yang memiliki kutub sejenis didekatkan maka tidak akan terjadi garis-garis gaya magnet yang membentuk medan magnet.[1]

Sifat[sunting | sunting sumber]

Hasil kerja Maxwell telah banyak menyatukan listrik statis dengan kemagnetan, yang menghasilkan sekumpulan empat persamaan mengenai kedua medan tersebut. Namun, berdasarkan rumus Maxwell, masih terdapat dua medan yang berbeda yang menjelaskan gejala yang berbeda. Einsteinlah yang berhasil menunjukkannya dengan relativitas khusus, bahwa medan listrik dan medan magnet adalah dua aspek dari hal yang sama (tensor tingkat 2), dan seorang pengamat bisa merasakan gaya magnet di mana seorang pengamat bergerak hanya merasakan gaya elektrostatik. Jadi, dengan menggunakan relativitas khusus, gaya magnet adalah manifestasi dari gaya elektrostatik dari muatan listrik yang bergerak, dan bisa diprakirakan dari pengetahuan tentang gaya elektrostatik dan gerakan muatan tersebut (relatif terhadap seorang pengamat).

Prinsip penggunaan[sunting | sunting sumber]

Medan magnet memiliki empat jenis prinsip yang dapat menjelaskan karakteristiknya penggunaannya. Prinsip pertama bahwa suatu medan magnet hanya menghasilkan arus listrik pada bagian tubuh dari magnet. Prinsip kedua ialah medan magnet yang dapat terpengaruh oleh arus listrik dapat menghasilkan gaya. Prinsip ini digunakan pada motor listrik. Prinsip ketiga ialah tegangan listrik dapat dihasilkan pada medan magnet yang mengalami perpindahan penghantar listrik. Prinsip ini digunakan pada generator listrik. Sedangkan prinsip keempat ialah jumlah kumparan penghantar listrik menentukan lamanya waktu yang diperlukan untuk pertukaran suatu medan magnet.[2]

Medan magnet Bumi[sunting | sunting sumber]

Garis gaya medan magnet Bumi
Garis gaya medan magnet Bumi

Medan magnet bumi disebut juga dengan medan geomagnetik. Bumi merupakan magnet batang yang memiliki dua kutub yakni kutub Utara dan Selatan. Medan magnet bumi dihasilkan di inti luar fluida dengan proses dinamo. Sumber medan magnet di bumi berasal dari inti Bumi, kerak Bumi, serta pada bagian ionosfer dan magnetosfer.[3]

Hukum Biot-Savart[sunting | sunting sumber]

Hukum medan magnet Biot-Savart
Hukum medan magnet Biot-Savart

Hukum Biot-Savart mengungkapkan hubungan antara arus listrik yang mengalir pada suatu lintasan dengan medan magnet yang muncul di sekitar lintasan tersebut. Hukum Biot-Savart menjelaskan pengaruh medan magnet pada arus lintasan konduktor di ruang hampa terhadap kepadatan fluks magnet.[4]

Hukum Biot-Savart memiliki persamaan untuk menghitung medan magnet seperti berikut ini.

[4]


 = Induksi magnet (Wb/m2 atau Tesla)

 = jarak (m)

 = panjang elemen kawat berarus (m)

 =  = bilangan konstanta = 10-7 Wb A-1m-1

 = Sudut yang terbentuk antara arus listrik dan medan magnet