Tampilkan postingan dengan label B.indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label B.indonesia. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 November 2022

Teks Laporan Percobaan


Teks Laporan Percobaan: Pengertian, Ciri, Struktur & Kebahasaannya | Bahasa Indonesia Kelas 9


Teks Laporan Percobaan


Sudah tau mengenai cara membuat teks laporan percobaan? Yuk, simak bahasan lengkapnya, meliputi pengertian, ciri-ciri, struktur, tujuan, dan kaidah kebahasaannya di artikel Bahasa Indonesia kelas 9 ini!


--


Tentu kamu pernah kan melakukan percobaan di sekolah untuk memahami suatu materi? Saat melakukan percobaan, kamu bisa mengamati atau mengenali suatu gejala. Setelah selesai, biasanya kamu harus melaporkan hasilnya dalam bentuk teks. Teks inilah yang disebut dengan teks laporan percobaan. Yuk, simak penjelasan lebih lanjutnya berikut ini!


 


Pengertian Teks Laporan Percobaan

Teks laporan percobaan adalah teks yang menceritakan tentang percobaan yang dilakukan oleh peneliti. Biasanya, teks seperti ini digunakan untuk melaporkan hasil percobaan, karya ilmiah, atau laporan praktikum.


 


Tujuan Teks Laporan Percobaan

Lalu, apa tujuan dari teks laporan percobaan? Tujuan dari teks laporan percobaan adalah untuk memberikan informasi tentang proses percobaan yang dilakukan termasuk hasil dari penelitian tersebut. Percobaan yang dilakukan bisa dilakukan bisa melalui eksperimen atau pengamatan. Maka, isi dari teks laporan percobaan harus disusun secara sistematis mulai dari tujuan, proses, hingga hasil yang didapatkan. Nah, percobaannya ini dapat dilakukan secara mandiri ataupun berkelompok.


 


Ciri-ciri Teks Laporan Percobaan

Apa saja sih ciri-ciri teks laporan percobaan? Simak berikut ini:


Disusun berdasarkan hasil percobaan.

Pembahasan dikemukakan secara objektif.

Menyampaikan fakta, bukan opini.

Disusun secara sistematis dan lengkap.

Menggunakan bahasa baku dan ilmiah.

Bersifat tidak memihak (netral). 

Baca Juga: Cara Menulis Daftar Pustaka yang Baik dan Benar


 


Struktur Teks Laporan Percobaan

Struktur teks laporan percobaan terbagi menjadi dua bagian, yaitu pernyataan umum dan uraian. Bedanya, pernyataan umum berisi paparan atau klasifikasi secara umum mengenai objek percobaan. Sementara itu, uraian berisi aspek-aspek laporan yang disusun berdasarkan klasifikasi tertentu.


Struktur Teks Laporan Percobaan


 


Kaidah Kebahasaan Teks Laporan Percobaan

 


1. Menggunakan sinonim dan antonim

Pada teks laporan percobaan, biasanya terdapat kata yang bersinonim atau bahkan berantonim. Biasanya, kata-kata ini terdapat pada bagian langkah-langkah percobaan.


2. Menggunakan kata bilangan

Pada teks laporan percobaan, akan ditemukan kata bilangan yang menunjukkan jumlah bahan yang digunakan dalam percobaan.


3. Menggunakan kalimat perintah

Pada teks laporan percobaan, terdapat kalimat perintah seperti sebaiknya, hindari, campurkan, satukan, aduklah, lilitkan, dan lainnya.


4. Menggunakan kata hubung

Pada teks laporan percobaan, akan ditemukan kata hubung dan, tetapi, apabila, saat, jika, sehingga, meskipun, dan lainnya.


Kaidah Kebahasaan Teks Laporan Percobaan


Baca Juga: Teks Diskusi: Pengertian, Struktur, Kaidah Kebahasaan, dan Contohnya


 


Cara Membuat Teks Laporan Percobaan

Setelah selesai melakukan percobaan, kalian tentu ditugaskan untuk menuliskan hasilnya ke dalam teks laporan percobaan. Nah, gimana sih cara membuatnya? Simak penjelasannya berikut ini, yuk!


 


1. Membuat kerangka berdasarkan struktur teks laporan percobaan

Pertama, buatlah kerangka sesuai struktur teks laporan percobaan. Mulai dari tujuan percobaan, alat dan bahan saat melakukan percobaan, serta langkah-langkah dari awal hingga akhir percobaan. Kemudian, tuliskan hasil percobaan dalam bentuk tabel, grafik, bagan atau gambar agar pembaca lebih mudah melihat hasilnya. Setelah itu, tuliskan kesimpulan dari percobaan.


 


2. Mengembangkan kerangka menjadi sebuah teks yang utuh

Setelah selesai membuat kerangka, kamu harus mengembangkannya menjadi sebuah teks yang utuh. Jangan lupa untuk memperhatikan kaidah kebahasaan yang digunakan agar teks laporan percobaan mudah dipahami.


Langkah Membuat Teks Laporan Percobaan


Baca juga: 6 Contoh Teks Diskusi Lengkap berdasarkan Strukturnya


 


Contoh Teks Laporan Percobaan

Membuat Slime Tanpa Boraks


Tujuan:


Kamu bisa membuat slime di rumah dengan bahan aman dan biaya yang lebih hemat daripada membeli di luar. Kegiatan ini dapat membuat kamu menjadi lebih kreatif dan inovatif.


Alat dan Bahan:


Lem povinal secukupnya

Detergen bubuk secukupnya

Pembersih lantai secukupnya

Alat pengaduk (bisa dengan mikser, sendok, atau tangan)

Air secukupnya

Detergen cair secukupnya

Wadah tempat slime (berupa baskom atau lainnya)

Langkah-Langkah:


1. Campurkan terlebih dahulu lem povinal, pembersih lantai, detergen cair, detergen bubuk, dan air secukupnya ke dalam wadah slime, campuran ini biasa disebut dengan activator.

2. Berikutnya, aduklah campuran tersebut sampai tercampur rata.

3. Tambahkan lem povinal pada campuran aktivator.

4. Kemudian, aduk hingga struktur atau bentuknya menggumpal.

5. Masukan ke dalam freezer.

6. Kemudian, keluarkan setelah lima sampai sepuluh menit.

7. Aduklah sampai kira-kira bisa untuk dimainkan.

8. Slime siap untuk kamu gunakan.


Hasil:


Saatnya kamu memiliki slime yang aman untuk dimainkan tanpa menggunakan boraks. Saat ini, slime sangat populer di kalangan anak-anak.


Kesimpulan:


Dengan membuat slime sendiri, pengetahuan dan kreativitas kamu akan bertambah. Di sisi lain, juga dapat menghemat uang dan mendapatkan slime yang lebih aman jika terkena kulit karena tidak mengandung boraks.


---

Teks tanggapan

 Teks Tanggapan (Kritis/Pujian): Struktur, Pengertian, Model,Dsb



teks-tanggapan-struktur-pengertian-fungsi-model-jenis-mengidentifikasi-menyimpulkan-informasi-contoh

Daftar Isi ⇅

Pengertian Teks Tanggapan

Teks tanggapan adalah teks yang berupa tanggapan dalam bentuk pujian atau dukungan, hingga kritik, dan penolakan terhadap suatu karya, hal, atau peristiwa yang diberikan oleh penanggapnya sebagai bentuk apresiasi atau saran yang dapat membangun.



Pernyataan di atas sejalan dengan pendapat Mulyadi (2015, hlm. 71) yang mengemukakan bahwa teks tanggapan adalah teks yang berisi tanggapan, berupa dukungan atau penolakan, terhadap sebuah hal atau peristiwa yang didukung oleh data pendukung tanggapan.


Jika ditanyakan teks ini sama atau mirip dengan apa,p maka kemungkinan besar kita akan teringat dengan teks ulasan. Apa bedanya teks tanggapan dengan ulasan yang sama-sama menganalisis dan memaparkan suatu karya atau hal kemudian menilai?


Pertama, keduanya mirip karena sama-sama memiliki bagian deskripsi dan penilaian yang berarti menggunakan eksposisi (argumentasi). Namun teks tanggapan cenderung lebih bebas dan boleh dikatakan versi lebih luwes dari ulasan. Ulasan mengulas suatu karya, sementara tanggapan dapat menanggapi suatu peristiwa atau berita yang sedang hangat dibicarakan. Kemudian, teks ini juga tidak harus menilai, bisa jadi teks tanggapan hanya memuji atau mengkritik saja.



Struktur Teks Tanggapan

Menurut tim Kemdikbud (2017, hlm. 93) struktur teks tanggapan terdiri beberapa bagian pembentuknya sebagai berikut ini.


Konteks, meliputi apa yang sedang ditanggapi?, di mana dan kapan peristiwa atau hal tersebut terjadi?, jenis peristiwa atau hal apa? sosial, teknologi, budaya, atau seni?

Deskripsi, apa dan bagaimana peristiwa itu terjadi atau bagaimana sesuatu dapat terealisasi/diciptakan atau dihasilkan?

Penilaian, apa yang kita pikirkan mengenai hal yang diulas atau penilaian seperti apa yang kita berikan? Apa kelebihan dan kekurangannya?

Tentunya dapat dengan mudah dipahami juga bahwa teks ini tersusun melalui beberapa teks seperti: teks deskripsi dan teks ulasan. Boleh dikatakan bahwa teks tanggapan merupakan salah satu jenis teks majemuk yang dibangun dari beberapa jenis teks lain.


Teks Tanggapan Kritis

Teks tanggapan juga identik disandingkan dengan kata Kritis. Mengapa? Karena pada bagian penilaian, kita harus mampu berpikir kritis. Berpikir kritis mungkin terdengar seakan kita harus memberikan kritik yang tajam dalam menanggapi sesuatu. Padahal, tidak selalu dan sebenarnya bukan itu esensinya.



Berpikir kritis artinya kita harus harus mampu menguraikan asumsi-asumsi terhadap peristiwa atau hal yang ditanggapi dengan hati-hati dan bijaksana. Seperti yang diungkapkan oleh Hidayati (2015, hlm. 25) bahwa berpikir kritis artinya mampu menguraikan asumsi-asumsi terhadap peristiwa, masalah, isu, keputusan, atau situasi dengan hati-hati dan bijaksana.


Semua aspek diperhatikan dengan teliti dan dilihat sisi baik dan buruknya. Tidak hanya salah satunya. Pemikiran bahwa kritis hanya menguak kekurangan suatu hal memang akan terkesan menghasilkan kritik tajam yang mencengangkan, namun sulit untuj dipertanggungjawabkan, mengkritisi itu lebih mudah daripada memberikan solusi. Oleh karena itu, kritik harus mampu memperlihatkan keunggulan yang tak dapat dilihat oleh orang lain pula, supaya dapat memberikan cara penyelesaiannya pula.


Struktur Teks Tanggapan Kritis

Mulyadi (2015, hlm. 58-59) berpendapat bahwa struktur teks tanggapan kritis terdiri dari:



Konteks: bagian ini berisi persoalan umum dari sebuah masalah. Selain persoalan umum, dalam bagian ini juga biasanya dituliskan penafsiran penulis mengenai permasalahan tersebut pula;

Pendeskripsian: merupakan bagian utama dari teks ulasan kritis yang berisi informasi tentang kelebihan atau kekurangan dari sebuah pernyataan yang dapat mendukung atau melemahkan;

Penilaian Menyeluruh: bagian akhir teks yang berisi penerangan kembali terhadap apa yang telah diputuskan dalam menilai atau menanggapi suatu hal. Biasanya bagian ini juga disertai pilihan penulis dan pertimbangan kepada pembaca.

Sebetulnya pendapat struktur teks ulasan di atas hampir sama dengan apa yang diungkapkan oleh tim Kemdikbud sebelumnya. Hanya saja, dalam tanggapan kritis, bagian deskripsi sudah dipastikan akan berisi ulasan kritis mengenai hal yang ditanggapi. Sementara itu, tim Kemdikbud memberikan pengertian bagian deskripsi yang lebih umum dan bisa memuat lebih dari kritik saja.

Teks cerpen

 Pengertian Teks Cerpen



Cerpen adalah salah satu bentuk karya sastra prosa yang bersifat fiksi dan memiliki satu konflik dalam ceritanya. Berbeda dengan novel maupun novelet, cerpen memiliki isi yang lebih sedikit.


Umumnya sebuah cerpen terdiri dari 1.600 hingga 10.000 kata di dalamnya. Karena keterbatasan tersebut, cerpen akan lebih fokus pada satu alur atau plot, karakter utama dan beberapa karakter tambahan jika diperlukan, serta penyelesaian masalah yang ringkas dan efektif.


Berikut beberapa pengertian cerpen menurut para ahli yang dapat membantumu untuk memahami sebuah cerita pendek.


1. Sumardjo dan Saini

Cerpen adalah cerita fiktif atau tidak benar-benar terjadi akan tetapi bisa saja terjadi kapanpun dan di manapun yang mana ceritanya relatif pendek.


2. B. Jassin

Cerpen adalah sebuah cerita singkat yang harus memiliki bagian terpenting yakni perkenalan, pertikaian dan penyelesaian.


3. Nugroho Notosusanto

Cerpen adalah cerita yang panjangnya berkisar 5000 kata atau kira-kira 17 halaman kuarto spasi, di mana isinya terpusat dan lengkap pada dirinya sendiri.


4. A. Bakar Hamid

Cerpen atau cerita pendek seharusnya dilihat dari kuantitas kata yang digunakan, yaitu antara 500 hingga 20.000 kata, terdapat plot, terdapat satu karakter, dan adanya kesan.


Ciri-Ciri Teks Cerpen

Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, cerpen biasanya terdiri dari 1.600 hingga 10.000 katan yang memerlukan waktu untuk membacanya sekitar 10-30 menit. 


Selain itu, cerpen juga memiliki cerita yang lebih ringkas dan fokus pada satu subjek atau tema. Lalu, cerpen biasanya berlangsung dalam satu latar dan alur yang sama sehingga konflik yang diciptakan juga akan lebih fokus. 


Terakhir, diksi pada cerpen biasanya juga menggunakan yang lebih sederhana atau mudah dipahami.


Struktur Teks Cerpen



Dalam membangun cerpen, terdapat 6 elemen utama yang penting untuk Quipperian perhatikan agar cerita pendek yang ditulis menjadi utuh. Keenam struktur teks cerpen tersebut antara lain:


1. Abstrak

Memberikan gambaran awal atau intisari cerita yang ingin disampaikan penulis.


2. Orientasi

Memperkenalkan tokoh dan latar dalam cerpen. Latar yang dimaksud dapat berupa waktu, suasana atau kondisi, dan juga tempat.


3. Komplikasi

Menyusun peristiwa yang dihubungkan dengan sebab akibat. Di tahap ini penulis memiliki tugas untuk menjaga karakter dan tokoh untuk tetap menarik minat pembaca melalui penggambaran konflik yang ada. 


4. Evaluasi

Memaparkan perjalanan konflik menuju klimaks untuk selanjutnya ditemukan pelariannya.


5. Resolusi

Konflik sudah bertemu dengan peleraiannya dengan cara penulis mengungkapkan solusi dari cerita yang telah dibangun.


6. Koda

Bagian akhir untuk penulis mengungkapkan nilai-nilai atau pesan yang ingin disampaikan pada cerpennya.


Unsur Keabsahan Teks Cerpen



Kepiawaian penulis dalam menuturkan cerita ke pembaca dapat kamu pelajari dan praktikkan melalui unsur keabsahan teks cerpen. 


Pertama, teks cerpen memerlukan penulisan deskripsi yang jelas dan efektif. Misalnya, dalam menggambarkan fisik seorang karakter, penulis dapat menuliskannya dengan kata sifat maupun perbandingan. Begitu pula dengan latar cerita, penulis dapat menggambarkan dengan perwujudan benda atau situasi yang ada. 


Kemudian, untuk membuat cerpen semakin efektif biasanya menggunakan kata keterangan atau frasa adverbial untuk menunjukan latar tempat atau waktu. Misalnya saat waktu pulang kantor, di sebuah desa adat, dan lain sebagainya. 


Penggunaan kata-kata kiasan atau konotatif juga perlu untuk dipelajari agar isi cerpen semakin menarik dan imajinatif untuk dibaca. 


Terakhir, cerpen juga tetap memerlukan penggunaan bahasa informal maupun semiformal yang sesuai dengan aturan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia).


Unsur Intrinsik Teks Cerpen

Unsur Intrinsik Teks Cerpen


Seperti yang kita ketahui, teks cerpen juga memiliki unsur intrinsik dan ekstrinsik di dalamnya. Berikut beberapa unsur intrinsik yang perlu Quipperian ketahui:


1. Tema

Bersifat lebih umum untuk menandakan cerita yang ingin diangkat. Contoh, persahabatan, kisah cinta SMA, perjuangan seorang Ibu, dan lain sebagainya.


2. Latar

Terbagi menjadi 3 jenis yaitu: latar suasana, latar tempat, dan latar waktu.


3. Alur atau plot

Jalan dari sebuah cerita. Alur dibedakan menjadi beberapa jenis seperti linier, kilas balik, dan campuran.


4. Tokoh

Karakter yang diciptakan penulis dengan sudah diberikan watak, penempatan, dan dunianya sendiri.


5. Sudut pandang

Bentuk penyampaian atau cara pandang si penulis buat dalam cerpennya.


Unsur Ekstrinsik Teks Cerpen

Unsur Ekstrinsik Teks Cerpen


Setelah mengetahui unsur intrinsik pada teks cerpen, kamu juga perlu mengetahui unsur ekstrinsiknya di dalamnya. Terdapat dua hal utama yang perlu kamu ketahui dalam unsur ekstrinsik ini yakni, latar belakang dan kepengarangan.


Latar belakang yang diciptakan penulis. Pada umumnya, penulis akan terinspirasi membuat cerita dari pengalaman pribadi dan lingkungan sekitarnya. 

Minggu, 20 November 2022

Gurindam

 

Gurindam

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Gurindam 12 oleh Raja Ali Haji (Pahlawan Nasional), Tanking Pining
Contoh gurindam di Berita Adat

Gurindam adalah salah satu jenis puisi yang memadukan antara sajak dan peribahasa. Jumlah baris pada gurindam hanya dua dengan rima a-a. Gurindam berisi ajaran yang berkaitan dengan budi pekerti dan nasihat keagamaan. Baris pada gurindam disebut sebagai syarat dan akibat. Syarat merupakan baris pertama dan akibat sebagai baris kedua.[1] Baris pertama membahas tentang persoalan, masalah atau perjanjian, sedangkan baris kedua memberitahukan jawaban atau penyelesaian dari bahasan pada baris pertama.[2]

Istilah gurindam berasal dari bahasa Sankrit atau Sansekerta, Kirindam yang artinya adalah perumpamaan. Bahasa ini sudah mulai berkembang pada saat pengaruh Hindu masuk ke Indonesia yang menggunakan bahasa Tamil di India. Pengaruh Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh pendeta India pada abad ke-5 M. Pengaruh peradaban Hindu di masa lalu, sempat berjaya di Indonesia dan berhasil mendirikan banyak kerajaan terutama pada abad ke-7.[3] Gurindam umumnya berisikan nasehat atau semacam kata-kata mutiara.[4]

Ciri[sunting | sunting sumber]

  • Gurindam memiliki dua buah baris pada setiap baitnya.
  • Setiap baris terdapat 10 sampai dengan 14 kata.
  • Terdapat hubungan sebab akibat pada tiap barisnya.
  • Pada setiap baris memilki rima maupun saja A-A, B-B, C-C, D-D dan seterusnya.
  • Isi kesimpulan atau maksud dari gurindam terdapat pada baris kedua.
  • Isi keimpulan atau maksud berbentuk nasehat, filosofi, atau sebagainya.[5]

Jenis[sunting | sunting sumber]

  • Gurindam berangkai merupakan salah satu bentuk gurindam yang bercirikan dengan tutur yang sama pada baris pertama di setiap baitnya. Contoh gurindam berangkai:
Lakukan saja apa yang menurutmu benar
Lakukan saja apa yang menurutmu pantas.
Hidup hanya bergantung pada hati
Karena hidup hanya sesaat dan kemudian mati.
Bukalah pintu cinta dihatimu
Jangan pintu cinta dimatamu.[5]
  • Gurindam berkait merupakan salah satu bentuk gurindam yang ditandai dengan adanya hubungan satu sama lain antara bait pertama dengan bait-bait berikutnya. Contoh Gurindam berkait:
Siapa yang enggan sesat dunia akhirat
Maka cepat-cepatlah bertaubat sebelum terlambat.
Jika segera bertaubat sebelum akhir zaman
Maka akan mendapatkan yang namanya selamat.
Apabila tidak suka memberi
Maka janganlah suka mencaci.[5]

Gurindam dua belas[sunting | sunting sumber]

Raja Ali Haji seorang penyair gurindam terkenal.

Pengarang gurindam yang terkenal dan orang pertama yang menjelaskan definisi gurindam secara lengkap adalah Raja Ali Haji.[6] Beliau adalah saudara sepupu Raja Ali yang menjadi raja muda di Riau (1844-1857). Gurindam 12 pasal karya Raja Ali Haji yang terkenal berjudul “Gurindam Dua Belas”. Gurindam Dua Belas adalah hasil refleksi yang mendalam dari religiusitas Raja Ali Haji. Hasil refleksi itu diperolehnya dari seluruh pergumulan hidupnya berhadapan dengan kehidupan sosial ekonomiadat istiadat, peradaban dan pola pikir masyarakatnya yang  diikat kuat oleh penghayatan religiusitas.[4] Gurindam ini berisi tentang persoalan akidah dan tasawufrukun Islamsyariat Islambudi pekerti atau akhlak dan konsep pemerintahan.[6]

Gurindam Dua Belas berisi 12 pasal yang merupakan nasihat Ali Haji untuk masyarakat Pulau Penyengat di Kepulauan Riau yang dibuat ketika berusia 38 tahun. Sastrawan Melayu bergelar pahlawan nasional ini menyelesaikan karya gurindamnya pada 23 Rajab 1264 Hijriah atau tahun 1847. Raja Ali Haji adalah sastrawan yang memperkenalkan budaya tulis untuk karya sastra yang telah dihasilkannya. Contohnya dalam pengantar Gurindam Dua Belas, Raja Ali Haji mencantumkan tanggal penulisan karya, menuliskan arti gurindam, perbedaan gurindam dengan syair dan manfaat gurindam.[7]

Penggalan gurindam 12[sunting | sunting sumber]

Barangsiapa tiada memegang agama,
sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.

Barangsiapa mengenal yang empat,
maka ia itulah orang yang ma'rifat.

Barang siapa mengenal diri,
maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri.

Barang siapa mengenal dunia,
tahulah ia barang yang terperdaya.

Barang siapa mengenal akhirat,
tahulah ia dunia mudharat.[7]

Minggu, 13 November 2022

Teks prosedur

 

Pengertian Teks Prosedur

Secara umum, pengertian teks prosedur adalah langkah-langkah suatu aktivitas atau kegiatan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Teks prosedur ini dibutuhkan sebagai panduan bagi seseorang dalam membuat atau menyusun sesuatu.

Ngomong-ngomong soal teks prosedur, di kelas 7 lalu pernah dibahas juga lho materinya. Kalau kamu lupa, bisa lihat dulu materi lengkapnya di blog ini tentang Cara Mengidentifikasi Teks Prosedur. Kamu bisa baca-baca kembali di link berikut ya.

Baca Juga: Mengenal Teks Prosedur, Ciri-Ciri, dan Contohnya

Nah, dari pengertian di atas, kira-kira teks prosedur ini terdiri dari apa aja, ya? Kurang lebih strukturnya begini:

 

Struktur Teks Prosedur

Dalam penyusunannya, struktur teks prosedur terdiri dari 4 bagian, yaitu tujuan, material, langkah-langkah penyusunan/pengerjaan, dan penegasan ulang (kesimpulan). Penjelasan lengkapnya sebagai berikut: 

1. Tujuan

Pada awal pembuatan teks prosedur, penulis biasanya memberikan penjelasan terkait tujuan dalam penyusunan teks prosedur. Hal ini juga bisa menginformasikan hasil akhir yang akan dicapai.

2. Material

Merupakan hal-hal apa saja yang perlu dipersiapkan dan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan atau pembuatan kegiatan tersebut. Bagian ini berisi informasi tentang alat/bahan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan.

3. Langkah-langkah

Bagian ini menjelaskan tentang proses atau tahapan yang harus dilakukan demi mendapatkan hasil maksimal sesuai dengan tujuan dari teks prosedur. Langkah-langkah yang dibuat harus secara berurutan. Selain itu, susunannya harus logis, sistematis, dan mudah dipahami oleh pembaca.

4. Penegasan Ulang/Kesimpulan

Bagian terakhir ini menjelaskan tentang simpulan dari suatu prosedur yang telah dilakukan. Bagian ini bersifat opsional, yakni boleh ada dan boleh tidak ada dalam teks prosedur.

Struktur Teks Prosedur

Baca Juga: 6 Contoh Teks Proposal Berdasarkan Sistematika Penulisannya

 

Ciri-Ciri Teks Prosedur

Sama halnya dengan teks yang lain, teks prosedur memiliki beberapa ciri antara lain:

1. Menggunakan kalimat perintah;

2. Terdapat panduan yang harus dilakukan;

3. Menggunakan kata kerja aktif;

4. Menggunakan konjungsi (kata hubung);

5. Terdapat aturan dalam hal bahan atau kegiatan;

6. Menggunakan kata keterangan untuk menyatakan rincian waktu, tempat dan cara;

7. Terdapat isi kegiatan yang dilakukan secara urut;

Ciri-Ciri Teks Prosedur

 

Jenis-Jenis Teks Prosedur

Teks prosedur juga ternyata memiliki beberapa jenisnya, lho! Penasaran? Berikut jenis-jenis teks prosedur.

 

1. Teks Prosedur Sederhana

Teks prosedur sederhana hanya berisi dua atau tiga langkah saja. Contohnya prosedur untuk mengoperasikan setrika.

Baca Juga: 10 Contoh Teks Prosedur Sederhana & Ciri-Cirinya

 

2. Teks Prosedur Kompleks

Teks prosedur kompleks terdiri atas banyak langkah dan jenjang untuk tiap tahapannya. Contohnya prosedur pembayaran tilang oleh polisi.

 

3. Teks Prosedur Protokol

Teks prosedur protokol merupakan teks prosedur yang langkah-langkahnya bisa dibolak-balik, tapi tujuannya tetap bisa tercapai. Contohnya cara memasak mi instan.

Kalau kamu ingin menyusun teks prosedur, pastikan menggunakan struktur tersebut ya. Karena struktur teks prosedur yang lengkap, akan membuat arahannya menjadi jelas, dan bisa membantu pembaca dalam memahaminya. 

---

Nah, sebelum lanjut ke materi kaidah kebahasaan teks prosedur, sudah tau belum kalau di aplikasi belajar Ruangguru, terdapat video belajar adaptif yang mampu menyesuaikan kemampuan belajarmu. Cek yuk dengan mengklik banner berikut!


 

Kaidah Kebahasaan Teks Prosedur

Untuk menyusun sebuah teks prosedur, diperlukan kaidah kebahasaan yang tepat agar sesuai dengan fungsinya. Berikut adalah kaidah kebahasaan yang umum digunakan dalam penulisan teks jenis prosedur: 

 

1. Kalimat

Pada teks prosedur, kalimat-kalimat yang digunakan dapat dikategorikan dalam 3 bagian. Kalimat tersebut adalah: 

a. Kalimat Imperatif

Merupakan kalimat yang mengandung perintah. Kalimat imperatif ditandai dengan adanya hal yang harus dikerjakan merujuk pada perintah dalam kalimat. Pada jenis kalimat ini, tanda seru (!) digunakan untuk mengakhiri ungkapan atau pernyataan.

b. Kalimat Deklaratif

Kalimat ini dikenal sebagai kalimat yang sifatnya lebih memberikan informasi, dan sering juga disebut sebagai kalimat pernyataan. Pada kalimat ini, tanda baca titik (.) digunakan untuk mengakhiri kalimat tersebut. 

c. Kalimat Interogatif

Kalimat ini digunakan untuk mencari informasi dengan memberi pertanyaan. Oleh karena itu, di akhir kalimat interogatif, diberikan tanda baca tanda tanya (?).

Baca Juga: Pengertian dan Struktur Teks Eksplanasi